rasanya kayak baru kemarin. iya, pertama kali aku menginjakkan kaki di SMP I Al-Azhar 14 setelah ditolak dari salah satu SMP negeri favorit. masuk ke ruang guru, test tapi (seingetku) aku njawabnya ngawur gara-gara malemnya nggak belajar, terus pertama kali liat bu Tatik marahin salah satu kakak kelas yang (kalo nggak salah) namanya mas Tio gara-gara (kalo nggak salah) naik motor sambil ngebut. rasanya juga kayak baru kemarin, aku ketemu seorang cewek cantik my schoolmate. dengan PD gaya anak eksis nanya "misi, geser dikit dong tempat duduknya. nama kamu siapa?". Kartika Widyanindhita. nama cantik secantik parasnya, orang yang pertama aku kenal di lingkungan Al-Azhar. dan dia berkelanjutan jadi sahabatku. sahabatku yang nggak jelas -_- hahaha.
rasanya baru kemarin, aku dibales sama besengutan nggak jelas setelah ngelemparin senyum terbaikku. oleh seorang sahabatku yang baik hati, Rinindya Wulan Arumandanni.
rasanya baru kemarin, disaat pertama-tama perkenalan ada seorang gadis berwajah lucu, Alice Fitri Maulita bertanya "kamu udah baligh?". sampe sekarang aku bingung kenapa justru pertanyaan itu yang muncul waktu pertama kali kita kenal --"
rasanya baru kemarin, aku mengenal seorang laki-laki yang berhasil menjadi seorang pacar pertama. tapi kenapa rasanya juga baru kemarin aku merasa ditinggalkan. dan dikhianati oleh para sahabat berwajah jelita. lalu bangun dari jatuh yang terpuruk. berdiri, jatuh lagi -_- sakit, tapi itu hidup.
rasanya baru kemarin, aku mengenal seorang sahabat perempuan keriting dengan wajahnya yang manis, Audina Larasati. dan berkelana mbolang kemana-mana selalu berdua.
rasanya baru kemarin juga, aku kenal dua anak kembar yang beda tapi ya kembar, haha Jane Malinda yang biasa aja, tapi kadang sikapnya terlalu biasa aja sama orang lain -_-. dan Vania Malinda yang suka heboh dimana-mana. dan nggak lupa, mereka sangat cantik.
rasanya juga baru kemarin, aku ketemu anak pinter yang jidatnya lebar banget. tapi cantik tentunya, Siti Authira Lanacitra.
rasanya baru kemarin, aku punya temen yang muka dan sikapnya kayak iblis, Duandika Krisna Deiva.
rasanya juga baru kemarin, aku marah-marah sama Alva Aulia Kholik Pujaka yang ngeyelan abis tapi sebagai sahabat, dia bener-bener nggak akan terganti.
rasanya baru kemarin, ada cewek berwajah imut yang sering di katain kembar sama aku, Astrindita Ayu Wirasti.
rasanya juga baru kemarin ada anak songong bilang "tau nggak, aku tu paling MALES kalo ada orang yang namanya sama kayak aku" di depan mataku dan sekarang jadi sahabat kepercayaanku, Astrid Ayu Utami.
rasanya baru kemarin, aku ngeliat ada cewek senyumnya manis banget. tapi kalo mangap kayak singa, Amelia Ramadhianisa. suaranya oke punya dengan otak yang encer. keren.
rasanya juga baru kemarin aku punya kakak baru, kakak ketemu gede dengan hidung yang besar banget lubangnya, Deni Agung Harianto. keliatan banget anak ABG (anak bakul gulo), dengan wajah manis dan sikapnya yang selalu terbuka buat ndengerin semua ceritaku.
rasanya juga baru kemarin, aku punya pacar baru jago matematika yang kriting dan sangat aku sayang, Rizki Wicaksono Parasto.
rasanya juga baru kemarin aku punya temen seseru Tyas Ema Kurniawati, Luhur Ragana Putra, Bagus Bayu Prabowo Aji, Muhammad Farraz Razin Perdana, Adabella Tansy Maurilla, Muhamad Faiz Rifqi Ardyatama, Hananto Dimas Muhammad, Dwiki Ari Hanggoro, dan semua semua yang bakal ngehabisin tiga hari tiga malem buat disebutin satu-satu.
makasih buat kamu kamu semua. kamu kamu semua yang udah ngisi hari-hariku. esspecialy juga buat Cathelia Vindya Dewi dan Arsenio Rizky Deva. kalian juga ikut mendominasi hari-hari yang nggak bakal aku lupain di Al-Azhar.
tapi kenapa rasanya baru kemarin? kenapa rasanya terlalu cepet? rasanya aku juga pengen ngehapus tanggal 21 Juni 2010. biar Jane sama Vania nggak usah pindah ke Bekasi. ngehapus tanggal 23 Juni 2010 juga, biar Tika nggak perlu pindah ke Bandung buat nerusin SMA nya di Krida.
nggak tau kenapa, apa rasanya sebegitu kuasanya kah aku buat ngelakuin itu semua? yang padahal jawabannya pun: aku nggak punya kuasa apapun.
jujur, aku nggak suka sama sekali dengan perpisahan ini. perpisahan yang membuat aku berada dalam perbedaan ruang dan waktu dengan mereka yang aku sayangi, yang aku cintai, yang aku banggakan.
tapi waktu nggak pernah dan nggak akan pernah dengan senang hati berhenti sejenak dari jalannya, untuk memberikan aku lebih banyak peluang, peluang untuk melihat mereka yang aku sayangi lebih lama lagi dalam gedung berwarna hijau yang selalu aku banggakan, Al-Azhar 14.