Oktober 24, 2010

aku mencintai telingaku

aku mencintai telingaku. mungkin memang iya aku juga mencintai mataku, karena aku bisa melihatmu yang begitu indah di ujung sana. walaupun iris mataku tidak sanggup untuk menghipnotismu. mungkin memang iya aku juga mencintai mulutku untuk mengeluarkan kata-kata dan mamulai interaksi denganmu. dan mungkin memang iya aku mencintai hidungku, dengan saraf otonomnya aku bisa mencium aroma mu yang membuatku berdebar setiap aku bisa berada didekatmu. tapi aku lebih mencintai telingaku. kamu tau mengapa?

karena dengan telingaku aku bisa mendengar sesuatu. mendengarmu. seperti musik. yah, bukan musik rock, musik mellow, dangdut, atau lagu menye-menye trend sekarang. tapi kamu alunan musik yang selalu menggema ditelingaku. aku bisa ingat semuanya. gelak tawamu, isak tangismu, bahkan desah nafasmu. atau ketika kamu mengambil nafas untuk mengeluarkan kata berikutnya. meskipun, semua itu terkadang bukan karenaku.
aku bukan seorang penggemar rahasia. yang mengagumi, tanpa bisa melihat, mendengar dan berinteraksi dengan pujaannya dari dekat. begitulah caraku bersyukur.
aku mencintai telingaku. dengan alat anugrah Tuhan ini aku bisa mendengar alunan musik terindah. tawa lepasmu seperti gemerincing lonceng saat natal tiba. yah, walaupun aku tidak merayakan hari itu. haha. dan itu gemerincing lonceng favoritku. terkadang membuat nafasku terasa tercekat. karena paru-paruku serasa penuh dengan rasa bahagia.
sedangkan isak tangismu selalu membuatku tersiksa. terkadang aku ingin berteriak, makhluk setega apa yang dengan kejinya menyakiti gadis seindah dirimu dan meleburkan senyum indahmu menjadi linangan air mata lalu meninggalkan luka basah dihatimu?
lalu bagian serunya, saat kamu menarik dan menghembuskan kembali nafasmu, menjadi semangat untuk hari yang indah dalam esok ku.
kisah cintamu juga bagianku, walaupun memang bukan denganku kamu menjalaninya. jealous? terlalu munafik jika aku berkata tidak. mungkin sedikit.
apakah kamu tau? aku memujamu seperti memuja dewa cinta. walaupun sempit harapanku untuk mendapatkanmu. sesempit celanaku saat berusia lima tahun jika kupakai kembali.
tapi aku menikmati semua ini. aku bukan manusia sok heroik yang selalu menuntut apapun dari apa yang aku berikan. aku tulus. kata orang, memang cinta tak harus memiliki. tapi ternyata aku telah memilikimu. disini, sekarang.
aku memang pernah menjadi bagian dari masa lalu cintamu. tapi aku senang. karena kini, aku akan selalu menjadi bagian dari setiap cintamu. tidak spesifik dalam hubungan asmaramu, tetapi semua cinta. kepada sahabat, keluarga, dan kerabat. tidak ada kata ataupun warna yang bisa melukiskan bagaimana atau seberapa besar rasa bahagiaku. dan aku selalu bersyukur aku bisa berdiri disini, dihatimu, ditempat paling spesial. bahkan lebih spesial dari nasi goreng pakai telur. atau burger yang bernilai satu juta rupiah untuk setiap porsinya. dan aku berharap, kamu tak akan pernah menggantikanku.
dari dulu, sekarang, bahkan sampai matahari terbit dari barat. aku akan tetap disini, untukmu. walaupun prinsipmu sekeras karang. aku akan disini, untukmu. walaupun banyak pria yang memiliki garis wajah lebih menarik berhasil memikatmu. aku akan tetap disini, untukmu, bersama telingaku. mendengarkan apapun yang mengusikmu untuk mengeluarkan ocehan dari bibir mungilmu.

Inspired by my bestfriend's old love life :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar