Oktober 24, 2010

seems like it was yesterday

rasanya kayak baru kemarin. iya, pertama kali aku menginjakkan kaki di SMP I Al-Azhar 14 setelah ditolak dari salah satu SMP negeri favorit. masuk ke ruang guru, test tapi (seingetku) aku njawabnya ngawur gara-gara malemnya nggak belajar, terus pertama kali liat bu Tatik marahin salah satu kakak kelas yang (kalo nggak salah) namanya mas Tio gara-gara (kalo nggak salah) naik motor sambil ngebut.

rasanya juga kayak baru kemarin, aku ketemu seorang cewek cantik my schoolmate. dengan PD gaya anak eksis nanya "misi, geser dikit dong tempat duduknya. nama kamu siapa?". Kartika Widyanindhita. nama cantik secantik parasnya, orang yang pertama aku kenal di lingkungan Al-Azhar. dan dia berkelanjutan jadi sahabatku. sahabatku yang nggak jelas -_- hahaha.

rasanya baru kemarin, aku dibales sama besengutan nggak jelas setelah ngelemparin senyum terbaikku. oleh seorang sahabatku yang baik hati, Rinindya Wulan Arumandanni.

rasanya baru kemarin, disaat pertama-tama perkenalan ada seorang gadis berwajah lucu, Alice Fitri Maulita bertanya "kamu udah baligh?". sampe sekarang aku bingung kenapa justru pertanyaan itu yang muncul waktu pertama kali kita kenal --"

rasanya baru kemarin, aku mengenal seorang laki-laki yang berhasil menjadi seorang pacar pertama. tapi kenapa rasanya juga baru kemarin aku merasa ditinggalkan. dan dikhianati oleh para sahabat berwajah jelita. lalu bangun dari jatuh yang terpuruk. berdiri, jatuh lagi -_- sakit, tapi itu hidup.

rasanya baru kemarin, aku mengenal seorang sahabat perempuan keriting dengan wajahnya yang manis, Audina Larasati. dan berkelana mbolang kemana-mana selalu berdua.

rasanya baru kemarin juga, aku kenal dua anak kembar yang beda tapi ya kembar, haha Jane Malinda yang biasa aja, tapi kadang sikapnya terlalu biasa aja sama orang lain -_-. dan Vania Malinda yang suka heboh dimana-mana. dan nggak lupa, mereka sangat cantik.

rasanya juga baru kemarin, aku ketemu anak pinter yang jidatnya lebar banget. tapi cantik tentunya, Siti Authira Lanacitra.

rasanya baru kemarin, aku punya temen yang muka dan sikapnya kayak iblis, Duandika Krisna Deiva.

rasanya juga baru kemarin, aku marah-marah sama Alva Aulia Kholik Pujaka yang ngeyelan abis tapi sebagai sahabat, dia bener-bener nggak akan terganti.

rasanya baru kemarin, ada cewek berwajah imut yang sering di katain kembar sama aku, Astrindita Ayu Wirasti.

rasanya juga baru kemarin ada anak songong bilang "tau nggak, aku tu paling MALES kalo ada orang yang namanya sama kayak aku" di depan mataku dan sekarang jadi sahabat kepercayaanku, Astrid Ayu Utami.

rasanya baru kemarin, aku ngeliat ada cewek senyumnya manis banget. tapi kalo mangap kayak singa, Amelia Ramadhianisa. suaranya oke punya dengan otak yang encer. keren.

rasanya juga baru kemarin aku punya kakak baru, kakak ketemu gede dengan hidung yang besar banget lubangnya, Deni Agung Harianto. keliatan banget anak ABG (anak bakul gulo), dengan wajah manis dan sikapnya yang selalu terbuka buat ndengerin semua ceritaku.

rasanya juga baru kemarin, aku punya pacar baru jago matematika yang kriting dan sangat aku sayang, Rizki Wicaksono Parasto.

rasanya juga baru kemarin aku punya temen seseru Tyas Ema Kurniawati, Luhur Ragana Putra, Bagus Bayu Prabowo Aji, Muhammad Farraz Razin Perdana, Adabella Tansy Maurilla, Muhamad Faiz Rifqi Ardyatama, Hananto Dimas Muhammad, Dwiki Ari Hanggoro, dan semua semua yang bakal ngehabisin tiga hari tiga malem buat disebutin satu-satu.

makasih buat kamu kamu semua. kamu kamu semua yang udah ngisi hari-hariku. esspecialy juga buat Cathelia Vindya Dewi dan Arsenio Rizky Deva. kalian juga ikut mendominasi hari-hari yang nggak bakal aku lupain di Al-Azhar.

tapi kenapa rasanya baru kemarin? kenapa rasanya terlalu cepet? rasanya aku juga pengen ngehapus tanggal 21 Juni 2010. biar Jane sama Vania nggak usah pindah ke Bekasi. ngehapus tanggal 23 Juni 2010 juga, biar Tika nggak perlu pindah ke Bandung buat nerusin SMA nya di Krida.

nggak tau kenapa, apa rasanya sebegitu kuasanya kah aku buat ngelakuin itu semua? yang padahal jawabannya pun: aku nggak punya kuasa apapun.

jujur, aku nggak suka sama sekali dengan perpisahan ini. perpisahan yang membuat aku berada dalam perbedaan ruang dan waktu dengan mereka yang aku sayangi, yang aku cintai, yang aku banggakan.

tapi waktu nggak pernah dan nggak akan pernah dengan senang hati berhenti sejenak dari jalannya, untuk memberikan aku lebih banyak peluang, peluang untuk melihat mereka yang aku sayangi lebih lama lagi dalam gedung berwarna hijau yang selalu aku banggakan, Al-Azhar 14.

September 09, 2010

happy idul fitri

finally, after 30 days we have done our fasting :D

selamat lebaran ceman ceman cemuaaaa ƪ(⌒˛⌒ )ʃƪ(⌒˛⌒ )ʃ‎​

aku mau minta maaf atas segala ke-dzoliman yg udah aku perbuat
♥ my lovely mom: mum i'm sorry for all my mistakes. i love you haaaaaaa (-̩̩̩-͡ ̗--̩̩̩͡ )‎​ *speechless*

♥ my daddy: aku maafin papa kok tenang aja wkwk. gak deng, papa maafin aku yaaah, mulai dr nol lagi awkay? ihiw.

♥ my brother: maaf ya aku sering mendzolimimu, suka narik2 andukmu waktu kamu abis mandi berharap andukmu mlorot. i'm sorry mu brothhh, muah *cium hangat membabi buta*

♥ my grand ma: ibuuuu maafin anggrek ya :'(
walaupun ibu udah di sana aku tetep sayang ibu. kangen kangen kangen aaa huks

♥ my grand pa: kakung maaf ya ayu banyak salah jarang telpun gara2 pulsanya buat internetan mulu wkwkwk. aku tau kok kakung pasti tetep sayang aku kan HAHAHA \(´▽`)/

♥ my dearest one, Audina Larasati: maaf ya mak aku sering mendzolimi kamu, habis mukamu membuat aku berhasrat untuk mendzolimi mu (Y) love you mmuaaaaah

♥ all my lovely SPD: kawan kawanku yg aku rindukan forgive me ya aku sering sotoy gatau malu bahkan suka pecicilan gajelas. how lucky i am punya sahabat kayak kalian :*

♥ all my bestfriends: maafin aku ya kawan, aku sayang kalian deh pokoknya.

♥ my Rizki Parasto: maaf ya sayang cempluk sering sekali mendzolimi ndut dengan upil2 cinta (?) love you more hihi.

semuanya, berhubung aku nggak sempurna, maafi aku ya teman temaaaaan. semoga THR nya berkah
\(´▽`)/ (?) wkwk.

Agustus 09, 2010

jangan pernah lupakan aku dan semua

potongan kayu coklat yang dibentuk sederhana. pintu klasik biasa bernuansa coklat dan biru kehijauan. dengan ruangan kecil, satu AC biasa, tata ruang yang nyaman, komputer yang tersambung dengan koneksi internet, bantal, karpet, foto2, dan kenangan.
waktu itu, hanya dengan memegang gagang pintu ini lalu membuka pintunya, aku akan menemui ruangan sejuk, dengan sejuta kasih sayang di dalamnya.
aku bisa melihat sosok lelaki berkumis yang menjadi idola semua idola. hahaha. lelaki baik hati yang berbudi mulia, perhatian kepada "anak2nya" walau kadang kata2nya atos. bisa kusapa lembut dengan salam islam, dan beliau menjawab salamku dengan senang hati dan penuh senyum. Pak Komari.
aku bisa masuk, langsung duduk di kursi yang tersedia, berkumpul bersama teman2ku yang dengan penuh percaya dirinya.... boleh jumpalitan, loncat2, ndlosor2, bawa jajan dari kantin, makan, numpahin makanan, bersihin, make2 dasinya pak kom, ngenet gratis, ngoret2 papan tulis, foto2, numpang istirahat, nangis, tidur, guling2, sampe diraktir mi ayam.
aku bisa main sama adekku, adek kita, Nesa Oca.
aku bisa ketawa cekikikan bareng2.. aku bisa kesana setiap saat. dan nggak pernah bingung mau ngadem dimana waktu kepanasan dan nggak ada kerjaan. ditemenin Laras, Vania, Alice, Dita, Wulan, Odhi, Amel, Jane, Tika. dan yang lain kalo mau join.
rasanya nggak pengen berakhir. karena setelah itu ternyata...
pintu coklat ini tidak pernah ingin menemukan pengganti kami. pintu ini tidak akan lagi terbuka dalam suasana yang sama. rasa yang sama. tata ruang yang sama. karena kami pergi.
kami harus pergi. kami harus mengejar cita dan asa kami masing2..
aku, harus mengejar citaku untuk menjadi seorang dokter. dokter yang sukses dan berbudi mulia. begitu pula Laras, Dita dan Alice.
Tika dan Odhi harus mengejar asanya untuk menjadi seorang diplomat sukses.
Vania harus pergi mengejar keinginannya untuk menjadi koki handal yang professional.
serta Jane yang harus mengejar harapannya untuk menjadi seorang psikolog anak internasional.
Amel yang ingin mewujudkan cita2nya menjadi seorang pejabat yang jujur.
dan Wulan, dengan kelihaian tangannya akan berkarya sebagai arsitek (kalau belum berubah lagi) hihi.
kawan, aku doakan semoga asa kita akan terwujud. amin ya Allah. aku tidak akan melupakan segala kenangan yang telah membuat aku merasakan memiliki sahabat sesungguhnya, dengan kalian yang selalu menerima kekuranganku.
memang posting ini sedikit terasa klise, tapi ini memang yang aku rasakan.
dan walaupun aku tidak bisa lagi membuka kenanganku secara nyata dengan membuka pintu coklat kesayangan kita. jikalau dia bisa mengeluarkan kata2, aku yakin ia hanya ingin berbisik, "jangan pernah lupakan aku dan semua, kejarlah citamu selagi aku melapuk disini".

Juli 29, 2010

exciting

baru2nya nih penyesuaian beda sekolah. seperti yg udah ak ceritain sebelum2nya. ada (banyak) keluh kesahnya. hehehe.
kemarin hari selasa, 27 Juli 2010. ya nggak sih? lupa ah males nge cek. sebelum les fisika, aku main sama kiki dita taufan. pertama ke alazhar dulu, teruuus ujan gitu rintik2. tapi pas ngobrol bareng adek kelas, kiki dateng. kiki basah -_-
akhirnya aku anterin dia pulang dulu buat ganti baju (aku nggak ikut ganti baju tentunya) HAHAHA. nah pas di rumahnya kiki ternyata ada mas Ian sama mbak Dhila. masa ya pas pertama dateng, kan aku di belakangnya kiki, eh tiba2 mas Ian sok sok ngangetin gitu dari balik pintu (so sweet -_-"). akunya masih agak canggung, mas ian bilang; masuk yuu. aku masuk deh hehehe.
kiki ke atas (kamarnya). eh kedengeran suaranya mbak dhila. nggak lama, kiki turun udah ganti baju. terus bercanda2 dia malah nutup pintu rumahnya dari luar. akunya jerit2, eh mbak dhila dateng terus malah ngunci kiki. sekarang posisinya kiki di luar, aku mas ian mbak dhila di dalem (mati gaya) wakakaka. terus mb dhila sm mas ian mintai password -_- apa coba wkwkwk.
mb dhila triak2 "kiiiii ayu ta sekap o HAHA" terus kiki ketok2 minta dibukain. mas ian malah bilang "halah nanti nangis lagi" wakakakaka (jaman putus dulu).
terus dibukain, ngobrol berempat di teras. mbak dhila sm mas ian sok2 tinju2an. terus katanya mas ian mau pipis, eh disuruh mbak dhila pipis di kayak tempat hiasan gitu ada air2nya di rumah kiki (aku gatau namanya apaan) HEHE.
haha lucu banget ya mbak dhila sama mas ian kompak banget, baik lagi. how lucky i am!
terus aku penasaran sm gitar miniatur yg aku kado waktu kiki ulang tahun. akhirnya aku ke atas sm kiki. terus ngeliat gitarnya (aku yg ngado tp ak gahafal bentuk persisnya gara2 itu kado di cariin) hahaha. terus malah ngobrol di depan TV. yaudadeh terus berhubung di kejar waktu, aku ndang nyusul dita taufan di Lans. sekalian mas ian mau nganterin mbak dhila pulang. pas berangkat kunci rumahnya kiki malah lupa di titipin satpam. gara2 takut kalo udah ada yg pulang.
dari lans balik lagi deh ke duta bukit mas. terus bablas ke rumah milla and have a lesson.
seruuuuuu banget deh hari itu